Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 5 sebentar lagi ditutup

    Nemu Kabar – Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 5 telah dibuka sejak Sabtu (15/8/2020) pekan lalu dan masih berlangsung hingga saat ini.

    Head of Communications PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu mengatakan, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 5 akan ditutup pada 23 Agustus 2020.

    “Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 5 akan kami tutup pada hari Minggu, 23 Agustus 2020 jam 12.00 WIB,” ujar Louisa, Kamis (20/8/2020).

    Setelah pendaftaran ditutup, akan dilakukan verifikasi data calon penerima Kartu Prakerja. Pengumuman akan dilakukan 2-3 hari setelah penutupan pendaftaran. 

    “Butuh waktu beberapa hari untuk melakukan verifikasi data dan mengumumkan nama-nama yang lolos seleksi,” kata dia.

    Pendaftaran Kartu Prakerja

    Pendaftaran Kartu Prakerja dilakukan secara online melalui laman https://www.prakerja.go.id

    Calon peserta penerima Kartu Prakerja harus mengisi nama lengkap, alamat e-mail, dan kata sandi baru.

    Selanjutnya, akan mendapatkan e-mail dari Kartu Prakerja, dan ikuti petunjuk konfirmasi akun e-mail.

    Peserta akan diminta mengisi data diri secara lengkap dan mengikuti tes motivasi kemampuan dasar selama 15 menit.

    Adapun bagi yang ingin mendaftar secara offline, maka calon penerima Kartu Prakerja bisa melakukannya melalui Kementerian Ketenagakerjaan atau pemerintah daerah khususnya Dinas Ketenagakerjaan.

    Kriteria lolos Kartu Prakerja

    Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja di Jakarta, (20/4/2020).

    Ada beberapa kriteria peserta lolos yang digunakan dalam seleksi program Kartu Prakerja. Kriteria itu di antaranya harus sesuai Peraturan Menteri Perekonomian (Permenko) Nomor 11/2020.

    Data yang diverifikasi di antaranya, peserta tidak termasuk kriteria yang dilarang mengikuti Prakerja yakni anggota ASN, TNI, Polri, dan lain-lain.

    Selain itu, kriteria lainnya melihat status pendidikan pendaftar.

    “Kami juga memberikan prioritas kepada mereka yang masuk dalam daftar prioritas dari Kemnaker,” kata Louisa.

    Peserta gelombang 5 ini diharapkan lebih banyak lagi pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak pandemi Covid-19.

    Demikian pula pekerja informal lain yang juga terdampak pandemi.

    Para peserta juga diingatkan untuk memastikan data yang diisi benar sesuai dengan dokumen kependudukan seperti KK dan nomor induk kependudukan (NIK).

    Komentar Facebook