Berkomitmen Amankan Kegiatan Pembangunan Strategis, Kejaksaan Agung Raih Penghargaan dari PT Angkasa Pura I

    Kejaksaan Agung Republik Indonesia meraih penghargaan dari perusahaan pelat merah, PT Angkasa Pura I. Penghargaan itu diberikan karena Korps Adhyaksa yang saat ini dipimpin Dr Sanitiar Burhanuddin telah menunjukkan komitmennya untuk mengamankan kegiatan pembangunan strategis.

    Hal itu disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel), Dr Sunarta saat mengikuti acara Sosialisasi Bersama Kejaksaan RI dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi, di Jakarta, Kamis (19/11/2020).

    Jamintel Sunarta menyebut, tercatat, kegiatan pengamanan yang digelar oleh Bidang Intelijen Kejaksaan Republik Indonesia pada periode Januari hingga Oktober 2020 mencapai 278 kegiatan. Dengan jumlah anggaran proyek sebesar Rp 268.380.372.019.220.

    Perinciannya, Direktorat D yang membidangi Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) mengerjakan sebanyak 16 kegiatan dan Kejati seluruh Indonesia 262 kegiatan.

    Sunarta menilai, penghargaan tersebut menjadi pemicu semangat jajaran bidang intelijen di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan etos kerja dan komitmen pelayanan prima. Khususnya dalam kegiatan pengamanan pembangunan proyek-proyek strategis di lingkungan Pemerintah maupun BUMN/BUMD, sesuai dengan arah kebijakan pemerintah.

    Jamintel menjelaskan, ruang lingkup bidang pengamanan pembangunan strategis meliputi sektor infrastruktur jalan, perkeretaapian, kebandarudaraan, telekomunikasi, kepelabuhanan, smelter, pengolahan air, tanggul, bendungan, pertanian, kelautan, ketenagalistrikan, dan energi alternatif.

    Termasuk pula kegiatan terkait minyak dan gas bumi, ilmu pengetahuan dan teknologi, perumahan, pariwisata, kawasan industri prioritas atau kawasan ekonomi khusus, pos lintas batas negara, dan sarana penunjang serta sektor lainnya.

    Tujuan pengamanan tersebut ialah untuk mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan dan pembangunan proyek yang bersifat strategis, baik nasional maupun daerah.

    “Pola kerja pengamanan pembangunan strategis ini konkritnya adalah ketika stakeholder yang melaksanakan pembangunan strategis memiliki ancaman, tantangan, hambatan, ataupun gangguan dalam bekerja, maka kami akan menyelesaikannya dengan tuntas berkenaan dengan aspek hukumnya,” tutur Sunarta, Jumat (20/11/2020).

    Pengamanan pembangunan strategis, sambungnya, merupakan bagian dari peran intelijen penegakan hukum dalam melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini, serta peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul.

    “Dan yang mengancam kepentingan dan keamanan nasional di bidang pembangunan strategis sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran,” imbuhnya.

    Dalam kegiatan pengamanan pembangunan strategis, Bidang Intelijen Kejaksaan juga dapat melakukan pemetaan potensi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap aset-aset Kementerian yang perlu untuk dipulihkan yang berkolaborasi bersama dengan Jaksa Pengacara Negara (JPN).

    Kejaksaan, lanjut Sunarta, meminta jajaran Kementerian PUPR untuk tidak perlu khawatir dalam melaksanakan kegiatan pembangunan dan pengelolaan anggaran, demi menyukseskan visi misi Presiden dalam melanjutkan pembangunan guna mencapai tujuan berbangsa sebagaimana telah digariskan dalam pembukaan UUD 1945.

    “Kami mengajak rekan-rekan di Kementerian PUPR untuk selalu berkoordinasi dan bekerjasama secara aktif sejak dini, dengan jajaran Bidang Intelijen baik dengan Direktorat D pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. Maupun dengan Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia. Sehingga kita dapat bersama-sama bersinergi dalam menyukseskan pembangunan strategis di Indonesia,” tandas Sunarta.(RGR)

    Komentar Facebook