Aksi Pasang Tenda Depan PT.Pertamina Terkait Meledaknya Kilang Minyak Balongan Dan Penggusuran Warga Pancoran Buntu II

    SuaraOPOSISI – Tangki di kilang minyak milik PT.Pertamina RU VI di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, mengalami kebakaran dan merugikan negara.Senin,01/05/21.

    Kebakaran yang di duga karena kelalaian dari pihak pengawasan Pertamina hal ini bermula dari ada pengakuan warga yang mencium bau bensin

    Kami dari komite muda nusantara (KMN) hri ini di memasang tenda depan kantor Pertamina pusat karena sebagai bentuk perlawanan kami kepada  Pertamina atas kejadian yang merugikan negara tersebut.

    Okta selaku koordinator lapangan menuntut kepada “Menteri BUMN Bapak Erick Tohir untuk segera mencopot Dirut Pertamina Nike Widyawati karena di duga telah lalai dalam menjalankan tugasnya yang menyebabkan kebakaran di kilang Balongan sehingga menyebabkan kerugian negara triliunan rupiah, Dan meminta pertanggung jawaban terkait kasus penggusuran warga pancoran buntu II”tandasnya

    Wanita yang di sapa Okta mengatakan “meminta Menteri BUMN untuk merombak direksi dan petinggi Pertamina karena diduga telah lalai dalam hal pengawasan, sehingga menyebabkan kebakaran hebat di kilang Balongan, Belom lagi soal aturan baku tentang jarak pendirian kilang minyak dengan pemukiman warga. Hal ini juga di rasakan aneh mengingat keselamatan masyarakat adalah prioritas utama”Ujarnya.

    Aksi Pemasasangan Tenda Depan PT.Pertamina

    Kami dari Komite muda Nusantara (KMN) akan selalu mengedepankan kepentingan rakyat,dan akan turun aksi kembali jika belom ada kejelasan tentang kasus kebakaran kilang Balongan. Tambahnya.

    Pada orasi selanjutnya di depan kantor Komnas Ham Johan mengatakan”Penggusuran warga pancoran kami menduga bahwa PT.Pertamina sudah melanggar HAM. Kami meminta kepada komnas HAM agar mengusut tuntas terkait penggusuran warga pancoran karena banyak warga terluka”Ucapnya.

    “Kami meminta kepada Komnas HAM agar menurunkan tim untuk mengusut tuntas terkait penggusuran warga pancoran buntu II”Tutupnya.

    Komentar Facebook