Presidium DPP PIKI Muncul, Ini Alasan Kaum Cendikiawan Kristen Kembali Ke Rumah Bersama Pergerakan Oikumenis Nasionalis

    Sejumlah dedengkot Aktivis Pergerakan dari Wali Songo Lembaga Keumatan Kristen yang berbasis di Salemba Raya 10 Jakarta Pusat menilai, terpilihnya Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) alias Senator dari Sumatera Utara (Sumut), Putri Badikenita Sitepu sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) Periode 2021-2016 pada Kongres PIKI yang lalu, cenderung hanya sebagai alat politik Sang Senator untuk dirinya sendiri. 


    Oleh karena itu, sejumlah fungsionaris DPP PIKI demisioner dan juga para Pengurus DPD PIKI dari sejumlah wilayah, dengan bersama-sama para Aktivis Pergerakan Wali Songo Lembaga Keumatan Kristen dari Salemba Raya 10 menilai, perlu ada Presidium DPP PIKI, untuk segera mempersiapkan pembenahan organisasi Inteligensia Kristen itu. 


    Salah seorang Deklarator Presidium DPP PIKI, yang juga Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD PIKI DKI Jakarta), Sandi Eben Ezer Situngkir menyebut, Putri Badikenita Sitepu sebagai Ketua Umum DPP PIKI terpilih di Kongres PIKI yang lalu, telah meninggalkan Spirit Oikumenisme dan Nasionalisme, yang menjadi jiwa dan roh PIKI bersama-sama Pergerakan Wali Songo Lembaga Keumatan Kristen dari Salemba Raya 10.


    “Alasan para pengurus dan aktivis PIKI untuk membentuk Presidium PIKI adalah dikarenakan Putri Badikenita Sitepu dengan DPP PIKI yang dibentuknya telah meninggalkan Spirit Oikumenisme dan Nasionalisme sebagai latar belakang pembentukan PIKI oleh para Senior dan para Pendahulu PIKI,” tegas Sandi Eben Ezer Situngkir, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (02/06/2021). 


    Sandi Eben Ezer Situngkir yang juga Advokat ini menegaskan, jika sebuah organisasi sudah meninggalkan spirit dan pergerakannya, maka organisasi tersebut hanya akan tinggal kenangan saja nantinya. Oleh karena itu, sebelum semakin jauh, dibentuklah Presidium DPP PIKI, yang tugasnya adalah untuk segera melakukan Kongres Luar Biasa atau KLB PIKI. 


    “Tanpa spirit Oikumenisme dan Nasionalisme, DPP PIKI versi Putri Badikenita Sitepu akan menjerumuskan para Intelektual Kristen, menjadi cuma kerumunan bagi kepentingan kelompok. Bukan kepentingan Kebangsaan Indonesia,” jelasnya. 


    Oleh karena itu, para aktivis PIKI bersama-sama dengan Aktivis Pergerakan Wali Songo Lembaga Keumatan Kristen dari Salemba Raya 10 menilai, PIKI harus segera diselamatkan. 


    “Jadi, ini bukan memecah PIKI. Justru untuk menyelamatkan PIKI dan juga menyelamatkan Putri Badikenita Sitepu dan kawan-kawannya. Istilahnya, bagai kapal yang hendak berlayar, sebelum kapalnya berlayar, dikarenakan ketahuan nahkodanya sudah kehilangan spirit, maka sebaiknya nahkodanya segera diganti terlebih dahulu. Supaya bisa berlayar dengan tenang,” tutur Sandi Eben Ezer Situngkir. 


    Para deklarator Presidium DPP PIKI, lanjut Sandi Eben Ezer Situngkir, telah sepakat agar PIKI tetap berjalan di jalur spirit lembaga keumatan yang selama ini dijalani. 
    “PIKI harus on the track pada spirit lembaga keumatan yang lahir di Salemba,” tandas Sandi Eben Ezer Situngkir. 


    Untuk itu, saat ini sejumlah deklarator dan pengurus PIKI daerah yang sudah mempersiapkan Presidium DPP PIKI itu terus bertambah. 
    Hingga Selasa malam (02/06/2021), tercatat sudah 19 deklarator Presidium DPP PIKI, yang terdiri dari aktivis PIKI dan pengurus daerah. 

    Mereka yang menjadi Predisium DPP PIKI itu adalah: 

    1. Mamberob Yosepus Rumakiek, Anggota DPD RI atau Senator dari Papua Barat, yang juga Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) 
    1. Audy Wuisang, Sekum DPP PIKI, yang juga mantan Sekum PP GMKI 
    1. Prof Marthen Napang, DPP PIKI 
    1. Febri Calvin Tetelepta, yang kini menjadi Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) 
    1. Sandi Eben Ezer Situngkir, Sekretaris DPD PIKI DKI Jakarta 
    1. Heince Mangesang, DPP PIKI 
    1. Benyamin Pinem, DPD PIKI Sumatera Utara 
    1. Pdt Budi Hia, DPD PIKI Nias 
    1. Pdt Penrad Siagian, DPP PIKI 
    1. Arijon Manurung, DPD PIKI Jawa Barat 
    1. Woro Wahyuningtyas, DPP PIKI 
    1. Soya Helen Sinombor, DPP PIKI 
    1. Evi Douren, DPP PIKI 
    1. DPD PIKI DKI Jakarta 
    1. Seluruh DPC PIKI DKI Jakarta 
    1. DPD PIKI Sulawesi Selatan (Sulsel) 
    1. DPD PIKI Jawa Tengah (Jateng) 
    1. DPD PIKI Lampung 
    1. DPC PIKI Serang Banten 

    Sebelumnya, ratusan aktivis dan mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang tergabung dalam Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), akan mendeklarasikan PIKI Kembali Ke Salemba Raya.


    Salah seorang aktivis PIKI, Rima Patricia Simanjuntak, yang merupakan mantan BPC GMKI Cabang Jakarta mengatakan, acara deklarasi PIKI ini akan digelar pada Rabu, 03 Juni 2021, di Sekretariat Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), di Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat. 


    “Deklarasinya pada Rabu siang. Di Salemba 10,” ujar Rima Patricia Simanjuntak, ketika dikonfirmasi, Selasa malam, (02/06/2021). 


    Pada Rabu malam (02/06/2021), ratusan aktivis PIKI dan Lembaga Keumatan yang dikenal sebagai Wali Songo, berkumpul dan melakukan persiapan deklarasi DPP PIKI, di markas Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), di Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat. 


    Persiapan Deklarasi ini sendiri, lanjut Rima, adalah untuk memastikan kepengurusan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (DPP PIKI) yang belum lama ini sudah selesai menggelar Kongres, dikembalikan kepada para aktivis yang berlatar belakang Wali Sogo


    Wali Sogo adalah sebutan bagi lembaga-lembaga atau organisasi Kekristenan yang berbasis di Salemba Raya. 


    Kesembilan Lembaga Keumatan Kristen yang rata-rata berbasis di Salemba Raya 10 itu adalah Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI), Persatuan Petani Kristen Indonesia (Pertakin), Kesatuan Pekerja Kristen Indonesia (Kespekri), Lembaga Kebudayaan Kristen Indonesia (Lekrindo), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) yang kini menjadi Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo), Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), yang semua bernaung dan bersinergi dengan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang berlamat di Jalan Salemba Raya 10, Jakarta Pusat. 


    “Kita mau kembalikan pergerakan PIKI ke Salemba Raya 10. Roh dan perjuangan PIKI, sama dengan Wali Songo yang selama ini kita kenal dari Salemba Raya 10,” ujar Rima. 
    Hal senada disampaikan pengurus PIKI lainnya, yakni Woro Wahyuningtyas. Woro Wahyuningtyas yang adalah mantan Sekretaris Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Purwokerto (GMKI Purwokerto) ini mengatakan, sejak Kongres PIKI yang lalu, dengan terpilihnya Putri Badikenita Sitepu sebagai Ketua Umum DPP PIKI, penyusunan struktur kepengurusan DPP PIKI yang baru sangat asing dan terasing dari Rumah Bersama Pergerakan Oikumenis Nasionalis dari Salemba Raya 10. 


    Diketahui, Ketua Umum DPP PIKI terpilih yakni Putri Badikenita Sitepu, yang kini merupakan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) alias Senator dari Sumatera Utara, bukanlah aktivis yang berasal dan tidak berakar dari Wali Songo yang berbasis di Salemba Raya 10, Jakarta Pusat. 


    “Kita bersepakat, akan mengembalikan PIKI ke rumah bersama sebagai bagian dari Wali Songo, dengan basis kekristenan yang terutama berasal dari lingkungan Salemba Raya 10,” tandas Woro Wahyuningtyas. 


    Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD PIKI DKI Jakarta), Sandi Eben Ezer Situngkir menyatakan, pihaknya bersama-sama membentuk Presidium untuk kepengurusan DPP PIKI yang baru. 


    “Deklarasinya berupa Presidium untuk membuat DPP PIKI ini berjiwa pergerakan, yang dipenuhi roh dan spirit pergerakan Wali Songo. Deklarasinya adalah Deklarasi Presidium DPP PIKI,” tandas Sandi Eben Ezer Situngkir, yang merupakan eks aktivis GMKI Jakarta ini.(RGR)

    Komentar Facebook