Duel The Citizens vs The Reds Berakhir Imbang, Perebutan Tahta Kian Memanas 


Perebutan tahta Liga Inggris 2021/2022 akan kian memanas. Dua klub papan atas kasta tertinggi sepak bola Inggris, Manchester City dan Liverpool terus bersaing ketat.

Pada duel pekan ke-32 Liga Inggris 2021/2022 antara The Citizens-julukan Manchester City-melawan The Reds alias Si Merah-julukan Liverpool-tak ada pemenang alias berakhir dengan hasil imbang dengan skor 2-2. 

Duel pasukan Josep Pep Guardiola melawan pasukan Jurgen Klopp itu berlangsung di Stadion Etihad, pada Minggu (10/04/2022) malam WIB. 

Manchester City memimpin lebih dulu berkat gol cepat Kevin De Bruyne, ketika laga baru berlangsung lima menit. Kemudian, Si Merah Liverpool menyamakan skor pada menit ke-13 melalui aksi Diogo Jota. 

The Citizens kembali unggul 2-1 pada menit ke-37 berkat gol Gabriel Jesus. Akan tetapi, Liverpool lagi-lagi membalas gol tersebut dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-46 berkat tendangan Sadio Mane. 

Hasil ini sekaligus membuat persaingan menuju gelar Liga Inggris antara Manchester City dan Liverpool kian panas. 

Manchester City masih kokoh di puncak klasemen dengan 74 poin. Mereka hanya unggul satu angka atas Liverpool yang membayangi di urutan kedua dengan mengoleksi 73 poin. 

Di pertandingan ini, Manchester City melakukan empat pergantian pemain dari tim yang sebelumnya berduel lawan Atletico Madrid. Sementara itu Liverpool merotasi tiga pemain dari tim yang terakhir bermain melawan Benfica. 

Pertandingan berlangsung dengan seru meski tak dalam tempo terlalu tinggi. Manchester City dan Liverpool saling serang dan saling balas mencetak gol 

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan, pertandingan kali ini adalah duel yang luar biasa. 

“Dua tim kelas berat, saling menyerang. Ini intensitas yang gila. Tingkat yang sama sekali berbeda, begitu juga tingkat konsentrasi dari kedua tim,” tutur Jurgen Klopp seperti dilansir BBC. 

Klopp mengakui, duel klub raksasa Inggris ini adalah pertandingan sepak bola yang sesungguhnya. 

“Itu adalah pertandingan sepak bola yang sesungguhnya. Jika Anda bermain untuk klub lain, kemudian menonton City vs Liverpool, saya tidak bisa berhenti terkejut. Saya menyukainya. Mari kita lanjutkan dan lihat di mana kita akan berakhir,” kata pelatih asal Jerman tersebut. 

Senada dengan Jurgen Klopp, Pelatih Manchester City, Pep Guardiola juga menyebut duel kali ini sangat luar biasa. Meski hasil imbang, tetapi duel berlangsung melebihi ekspektasi kedua tim. 

“Saya pikir ini adalah publisitas yang bagus untuk Liga Premier. Itu adalah pertandingan yang fantastis dan kedua tim berusaha untuk menang,” ujar Josep Pep Guardiola, seperti dilansir Sky Sport. 

Menurut Guardiola, permainan Liverpool memang selalu menarik untuk ditonton. Dan Manchester City juga menyajikan permainan yang tak kalah serunya. 

“Liverpool selalu menyenangkan untuk ditonton, saya tahu ancaman yang mereka miliki dan seberapa bagusnya. Saya pikir kami tampil sangat baik dan saya sangat bangga dengan tim saya. Sekarang kedua tim tahu ada tujuh pertandingan tersisa, Anda harus menang atau semuanya akan berakhir,” kata mantan pelatih Barcelona tersebut. 

“Saya tidak tahu apakah Jurgen menghormati saya tetapi Jurgen harus tahu saya sangat menghormatinya,” kata Guardiola tentang kehadiran Klopp di Liga Inggris. 

Meski saling memantau, Guardiola menyebut, dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan Jurgen Klopp. 

“Dia telah menjadikan saya manajer yang lebih baik. Timnya selalu ada, mereka selalu agresif. Kami bukan teman dekat, kami tidak pernah bertemu satu sama lain, saya memiliki nomornya tetapi saya tidak meneleponnya. Saya menghormatinya, tetapi dia tahu Sabtu depan di semifinal Piala FA, saya akan mencoba mengalahkannya,” terang Pep Guardiola. 

Tim asuhan Pep Guardiola hanya unggul satu poin dari Liverpool di puncak klasemen. Dilansir Sports Mole, Guardiola dan Jurgen Klopp telah menjadi musuh yang akrab di Bundesliga dan Liga Inggris selama bertahun-tahun. Kedua pelatih tahu apa yang diperlukan untuk mengalahkan satu sama lain. 

Klopp telah menghadapi Guardiola lebih banyak daripada manajer lain dalam karier profesionalnya, 22 kali tepatnya. Dalam 22 pertemuan itu, ia telah mengumpulkan sembilan kemenangan, empat imbang dan sembilan kekalahan. 

Penghitungan sembilan kekalahan adalah yang paling banyak diderita Klopp sebagai pelatih. Ia hanya menang lebih banyak melawan Thomas Tuchel (10) dan Dieter Hecking (11). 

Delapan dari 22 pertemuan Klopp dengan Guardiola terjadi ketika keduanya di Borussia Dortmund dan Bayern Munchen. Klopp keluar sebagai pemenang dalam pertemuan perdana, timnya menang 4-2 di Piala Super Jerman pada Juli 2013. 

Keduanya kemudian akan membuat kebiasaan untuk menang satu kali kemudian kalah satu sama lain di Jerman. Tetapi, Klopp hanya memenangkan satu dari empat pertandingan Bundesliga melawan Bayern Munchen asuhan Guardiola, tiga lainnya kalah. 

Pertarungan pertama Guardiola dengan Liverpool asuhan Klopp di Liga Inggris, The Reds menang 1-0 pada malam tahun baru 2016. Klopp kalah satu kali dari tujuh pertarungan pertamanya dengan Manchester City di semua kompetisi. 

Laju itu mencakup periode tiga kemenangan berturut-turut antara Januari dan April 2018, dengan kemenangan 4-3 di Liga Premier Inggris sebelum kemenangan 3-0 dan 2-1 di perempat final Liga Champions musim itu. 

Namun, kemenangan melawan Guardiola sejak itu sulit didapat bagi bos Liverpool, yang telah menyaksikan tim The Reds hanya menang satu kali dari delapan pertandingan terakhir mereka dengan Manchester City di semua kompetisi, menang 3-1 di Liga Inggris pada November 2019. 

Hasil imbang 2-2 di Anfield awal musim ini menandai pertandingan keempat Liverpool berturut-turut tanpa kemenangan melawan Manchester City asuhan Guardiola, dan Klopp memiliki semua motivasi yang dia butuhkan untuk membalikkan tren itu. 

Pada Januari 2022, Manchester City nyaman menguasai tabel Liga Inggris dengan margin hingga 14 poin. 

Torehan 10 kemenangan beruntun Liverpool yang akhirnya membuat sikut-sikutan menuju garis finis Liga Inggris menjadi semakin seru. 

Jurgen Klopp mengatakan kunci kesuksesan timnya adalah bersikap cuek. The Reds tidak mau ambil pusing ketika mereka tertinggal hingga 14 poin dari juara bertahan Liga Inggris tersebut. 

“Kami tahu kami tertinggal 14 poin, tetapi kami tidak peduli. Yang diinginkan Liverpool adalah memenangkan sebanyak mungkin poin hingga akhir musim. Situasi itu tidak berubah hingga hari ini,” ujar Jurgen Klopp. 

Juergen Klopp menyiratkan bahwa Liverpool tidak menjalani musim 2021/2022 dengan ambisi terlalu besar, karena tahu betul tentang ketatnya pertarungan di liga domestik. 

“Yang kami lakukan wajar. Betul, Liverpool mencoba juara. Hanya saja Liverpool bukan klub yang hanya memasang ambisi harus juara liga,” katanya. 

“Kami tidak bisa menjadi klub yang seperti itu, karena saingan kami sekelas Manchester City dan klub-klub lain. Kekecewaan kami akan sangat berat kalau kami gagal,” lanjutnya. 

Walau pun, kata dia, ambisi untuk merebut hampir semua trofi tetap ada dalam impian The Reds. Namun, Klopp bersikap santai. 

“Hal yang penting adalah mengejar target lolos ke Liga Champions, dan bersaing di Piala FA, Piala Liga Inggris, serta Liga Champions musim ini. Hal-hal semacam itu juga harus kami pikirkan,” ujarnya. 

Dia mengatakan, untuk mencapai target semacam itu, Liverpool butuh momentum dan ritme. 

“Yang kami lakukan adalah mendulang hasil dari situasi pada Januari, serta jangan sampai kami kewalahan,” imbuhnya. 

Pelatih asal Jerman itu pun menyebut Liverpool melakoni pertandingan dengan fokus ke satu per satu laga. 

“Kalau memang selisih poinnya terlalu besar, ya sudah. Tugas kami adalah memperkecil margin itu. Namun, hal terpenting adalah Liverpool menang,” ucap Klopp. 

Klopp menyebut, hampir mustahil bisa merebut semua trofi. Namun, sejauh ini The Reds menunjukkan tren positif. 

“Manchester City tidak memenangi semua pertandingan mereka dan pada akhirnya raihan poin kami bisa mendekati poin mereka. Progres seperti ini yang saya harapkan. Kami bangkit pada awal Januari 2022 dan mulai menang. Saya tidak berharap bisa memenangi semua pertandingan, tetapi untuk berusaha sebaik mungkin,” kata Jurgen Klopp.*** 

Susunan Pemain 

Manchester City (4-3-3) : Ederson; Kyle Walker, John Stones, Aymeric Laporte, Joao Cancelo; Bernardo Silva, Rodri, Kevin De Bruyne; Phil Foden, Gabriel Jesus, Raheem Sterling. 

Cadangan: Zack Steffen, Nathan Ake, Ilkay Gundogan, Jack Grealish, Oleksandr Zinchenko, Fernandinho, Riyad Mahrez, James McAtee, Romeo Lavia. 

Pelatih: Josep Pep Guardiola. 

Liverpool (4-3-3): Alisson; Trent Alexander-Arnold, Joel Matip, Virgil Van Dijk, Andrew Robertson; Jordan Henderson, Fabinho, Thiago Alcantara; Mohamed Salah, Diogo Jota, Sadio Mane. 

Cadangan: Caoimhin Kelleher, Ibrahima Konate, James Milner, Naby Keita, Roberto Firmino, Joe Gomez, Curtis Jones, Konstantinos Tsimikas, Luis Diaz. 

Pelatih: Jurgen Klopp. 

Liga Inggris Pekan Ke-32 

Sabtu, 9 April 2022 

Newcastle United vs Wolverhampton 1-0 

Everton vs Manchester United 1-0 

Southampton vs Chelsea 0-6 

Arsenal vs Brighton 1-2 

Watford vs Leeds United 0-3 

Aston Villa vs Tottenham Hotspurs 0-4. 

Minggu, 10 April 2022 

Leicester City vs Crystal Palace 2-1 

Norwich City vs Burnley 2-0 

Brentford vs West Ham 2-0 

Manchester City vs Liverpool 2-2. 

Hasil Liga Inggris 

Sabtu, 9 April 2022 

Newcastle 1-0 Wolverhampton 

Everton 1-0 Manchester United 

Watford 0-3 Leeds United 

Southampton 0-6 Chelsea 

Arsenal 1-2 Brighton 

Aston Villa 0-4 Tottenham 

Minggu, 10 April 2022 

Leicester City 2-1 Crystal Palace 

Norwich City 2-0 Burnley 

Brentford 2-0 West Ham United 

Manchester City 2-2 Liverpool 

Jadwal Liga Premier Inggris Pekan Ke-33 

Sabtu, 16 April 2022 

Tottenham vs Brighton 

Manchester United vs Norwich City 

Watford vs Brentford 

Southampton vs Arsenal 

Minggu, 17 April 2022 

Newcastle vs Leicester City 

West Ham vs Burnley 

Top Skor Liga Inggris 

Mohamed Salah – Liverpool (20 gol) 

Son Heung-min – Tottenham (17 gol) 

Diogo Jota – Liverpool (15 gol) 

Sadio Mane – Liverpool (13 gol) 

Cristiano Ronaldo – Manchester United (12 gol) 

Harry Kane – Tottenham (12 gol) 

Ivan Toney – Brentford (12 gol) 

Kevin de Bruyne – Manchester City (11 gol) 

Wilfried Zaha – Crystal Palace (11 gol) 

Raphinha – Leeds United (10 gol) 

Komentar Facebook