Jungkalkan Dillian Whyte di Ronde 6, Tyson Fury ‘The Gypsy King’ Berhasil Pertahankan Gelar Tinju Dunia 

Petinju dunia asal Inggris, Tyson Fury berhasil mengalahkan Dillian Whyte dalam rangka perebutan gelar tinju kelas berat versi WBC. 

Duel Tyson Fury vs Dillian Whyte berlangsung di Stadion Wembley, Sabtu (23/4/2022) waktu London, atau Minggu (24/4/2022) dini hari WIB. 

Hasilnya, Tyson Fury menang Knockout (KO) atas Dillian Whyte pada ronde keenam. Petinju berjulukan The Gypsy King itu menang KO setelah wasit menghentikan pertarungan, karena Whyte terlihat kesulitan berdiri tegak usai kena uppercut dahsyat dari Fury.  

Hasil ini membuat Tyson Fury sukses mempertahankan gelar WBC. Selain itu, Fury juga masih tidak terkalahkan sepanjang kariernya dengan rekor 31 kali menang dan sekali imbang. 

Sejak ronde pertama, Fury memang tampil dominan atas Whyte. Memanfaatkan keunggulan tinggi badan dan jangkauan, The Gypsy King praktis menguasai pertarungan sejak ronde pertama. 

Pukulan-pukulan Fury lebih banyak masuk sementara Whyte susah menemukan ruang tembak. 

Ketika mencoba merapat, White sudah ditunggu kombinasi pukulan Fury. 

Di ronde keempat, barangkali karena frustrasi, Whyte bahkan bermain kotor dengan mendaratkan sikut ke wajah Fury dalam sebuah clinch

Akan tetapi, kemenangan Fury tinggal menunggu waktu. Menjelang akhir ronde keenam, sebuah uppercut kanan dari Tyson Fury mendarat telak di dagu Dillian Whyte. 

Menerima pukulan keras itu, Whyte tumbang ke belakang. Dia berusaha bangkit tetapi berjalan sempoyongan sehingga wasit pun menghentikan pertarungan. 

The Gypsy King dinyatakan menang pada ronde 6. Kemenangan ini membuat rekor Tyson Fury menjadi 32 kali menang (23 KO) dan sekali imbang dalam 33 duel. 

Fury sempat menyatakan bahwa dia akan pensiun setelah pertarungan melawan Whyte. 

Tetapi, melihat kehebatannya dalam bertarung, penggemar pasti masih ingin melihat Fury aktif di atas ring. 

Apalagi, masih ada target menjadi juara dunia sejati yang bisa dikejar Fury. 

Dengan kemenangan atas Whyte, Fury semakin dekat dengan status itu. 

Dia sekarang boleh jadi tinggal menunggu pemenang duel ulang antara Oleksandr Usyk melawan Anthony Joshua yang memperebutkan sabuk juara IBF, WBA, WBO, dan IBO. 

Usyk saat ini berstatus sebagai juara setelah merebut empat sabuk itu dengan mengalahkan Joshua pada 25 September tahun lalu. 

Seusai duel itu, Fury menepuk dada seraya memuji lawan. “Saya salah satu petinju kelas berat terbesar sepanjang masa,” ujarnya di atas ring setelahnya. “Dillian Whyte memiliki hati singa dan kekuatan banteng, dia ada di sana dengan hebat.” 

Sebelum duel ini, Fury menyatakan bahwa dia akan pensiun. Di atas ring, ia menyatakan akan memegang putusannya itu. 

“Saya berjanji kepada istri tercinta saya Paris selama 14 tahun bahwa setelah pertarungan Wilder 3, itu akan berakhir. Dan saya bersungguh-sungguh,” ujar Fury. 

Ia sudah memutuskan untuk gantung sarung tinju setelah trilogi itu. “Tetapi saya ditawari untuk bertarung di Wembley, di kandang, dan saya percaya bahwa saya pantas–bahwa saya berhutang budi kepada para penggemar, saya berutang kepada setiap orang di Inggris untuk datang ke sini dan bertarung di Wembley,” lanjutnya. 

“Sekarang semuanya sudah selesai. Dan saya harus menepati janji. Dan saya pikir inilah dia. Ini mungkin tirai terakhir untuk Gypsy King. Dan cara yang luar biasa untuk meninggalkan arena! Terima kasih banyak untuk Inggris!” imbuh Tyson Fury. 

Kemenangan ini memastikan Tyson Fury tak pernah kalah dalam kariernya di ring tinju dunia. Tyson Fury bertarung 33 kali, menang 32 kali termasuk 23 dengan KO, dan sekali seri.***

Komentar Facebook