Libas Sang Elang, Si Biru Akan Hadapi Si Merah di Final 

Chelsea berhasil mengalahkan Crystal Palace dengan skor 2-0 dalam duel semi final FA Cup 2021/2022. 

Duel berlangsung di Stadion Wembley, London, Minggu (17/04/2022) malam WIB. Anak-anak asuh Thomas Tuchel tak memberikan kesempatan kepada The Eagles alias Sang Elang-julukan Crystal Palace-untuk menciptakan sebiji gol pun. 

Setelah bermain imbang 0-0 di babak pertama, The Blues alias Si Biru-julukan Chelsea-sukses memastikan kemenangan berkat gol-gol yang diciptakan Ruben Loftus-Cheek dan Mason Mount di babak kedua. 

Dengan hasil ini, Chelsea pun berhak melaju ke partai final untuk menantang Liverpool yang sehari sebelumnya berhasil mengandaskan Manchester City 3-2. 

Dua gol Chelsea dicetak oleh Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-65, dan Mason Mount di menit ke-76. 

Bagi The Blues, hasil ini memastikan keberhasilan ketiga mereka untuk secara beruntun lolos ke final Piala FA. 

Final Piala FA musim ini akan menjadi partai final keenam Chelsea pada era kepelatihan Thomas Tuchel. 

Pada laga pamungkas Piala FA nanti, Chelsea akan bertemu Liverpool alias The Reds atau Si Merahasuhan Jurgen Klopp yang sudah lolos terlebih dahulu. 

Final Piala FA musim ini sangat menarik karena merupakan ulangan dari partai puncak Piala Liga Inggris pada akhir Februari 2022. 

Chelsea kala itu harus puas menjadi runner up Piala Liga Inggris setelah kalah dari Liverpool via adu penalti dengan skor akhir 11-10 (0-0). 

Di tengah pertandingan itu pelatih Chelsea Thomas Tuchel memarahi Jorginho. Jorginho bermain selama 77 menit setelah digantikan oleh N’Golo Kante. 

Gelandang internasional Italia itu secara keseluruhan tampil cukup oke usai membuat 102 sentuhan, memiliki 91 persen akurasi operan, dan melakukan tiga kali take on serta empat tekel. 

Meski demikian, ada sebuah momen di mana Jorginho diamuk oleh Tuchel, yang berdiri di pinggir lapangan. Insiden itu terjadi di menit ke-28 dalam situasi Chelsea sedang membangun serangan. 

Pada potongan video yang beredar di media sosial, Jorginho terlalu lama memainkan bola di lapangan tengah sehingga dua pemain Palace Eberechi Eze dan Jean Mateta mengganggu dia sebelum jatuh terkapar.  

Momentum Chelsea pun hilang. Tuchel merespons dengan marah-marah sambil melakukan gestur dengan tangannya ke arah Jorginho. 

“Pertandingan tadi itu tidak mudah karena kami memainkan tiga pertandingan di tiga kompetisi. Selalu tidak pernah mudah, sangat menantang secara fisik. Kami adalah tim dengan menit bermain paling banyak di Eropa, saya kira. Ini juga menantang secara mental,” tutur Thomas Tuchel usai pertandingan. 

Dalam pertandingan ini, The Blues lebih dominan ketimbang Crystal Palace. Namun bukan berarti mereka bisa menang 2-0 dengan mudahnya. 

Crystal Palace hanya membukukan enam tembakan, dua di antaranya menemui sasaran. Namun beberapa peluang yang berhasil mereka ciptakan cukup membahayakan gawang the Blues kawalan Edouard Mendy. 

Contohnya seperti di menit ke-61. Umpan dari sepak pojok kiriman Eberechi Eze berhasil dijangkau Cheikhou Kouyate di kotak penalti Chelsea. Ia menyundul bola dalam keadaan minim pengawalan, sayang melenceng dari sasaran. 

Seandainya itu bisa menghasilkan gol, Crystal Palace mungkin bakal keluar sebagai pemenang. Sebab Chelsea kesulitan menjebol gawang mereka sampai menit ke-65. 

Rangkaian gol Chelsea diawali oleh Ruben Loftus-Cheek, yang mencetak gol dengan sepakan keras usai menerima bola dari Kai Havertz. Gol berikutnya datang dari Mason Mount pada menit ke-76. 

Crystal Palace membuat Chelsea cukup menderita. Namun Chelsea bisa keluar sebagai pemenang karena satu kunci sukses yang dipaparkan oleh Thomas Tuchel selaku pelatih pasca pertandingan. 

“Ada beberapa hal yang harus diurus untuk mengontrol Crystal Palace sebelum mereka memulai serangan balik, dan untuk itu, kami harus sangat disiplin,” jelas Tuchel. 

“Kami harus menutup ruang sembari mencoba menyerang. Mereka mengganti formasinya hari ini. Kami tidak duga itu bakal terjadi sehingga ruang jelajahnya jadi berbeda dari apa yang kami pikirkan,” lanjutnya. 

Seiring berjalannya waktu, permainan semakin mencair di mata Tuchel. Chelsea harus memanfaatkan setiap peluang yang didapatkan sebaik mungkin karena kalau itu dilakukan oleh lawan, habislah mereka. 

“Ini salah satu laga di mana Anda harus mengkonversi mungkin setengah atau satu peluang yang Anda menangkan. Jika lawan melakukan itu, Anda mungkin bisa memainkan permainan yang sama dan keluar dengan perasaan bahwa apakah kami sudah cukup melakukannya?” 

“Sulit untuk bekerja lebih tanpa mengambil risiko yang gila. Jika Anda menang, Anda bisa bilang itu solid, fokus dan terkontrol, dan tidak banyak cara untuk memainkannya menurut saya. Jadi kami mengontrol permainan dan tidak kehilangan fokus ataupun kesabaran,” tutur Tuchel. 

Ruben Loftus-Cheek menyebut, kemenangan Timnya melawan Crystal Palace adalah sesuatu yang menyenangkan baginya. 

“Menjadi pencetak gol terasa sangat menyenangkan, setelah sekian lama,” ujar Ruben Loftus Cheek. 

Sedangkan, pencetak gol Mason Mount dan Antonio Rüdiger bereaksi ketika Chelsea mengalahkan Crystal Palace 2-0 di Semi-Final Piala FA di Wembley ini. 

“Kami harus memperbaiki pertandingan terakhir kami (melawan Liverpool), dan menang,” tuturnya. 

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel memuji timnya bisa lolos ke final Piala FA di tengah jadwal padat dalam tiga kompetisi. 

Kemenangan ini terjadi selang lima hari usai Chelsea tersisih dari perempat final Liga Champions, Selasa (12/4/2022), dan sepekan setelah menang 6-0 atas Southampton di Liga Inggris, Sabtu (9/4/2022). 

“Pertandingan melawan Crystal Palace tidak mudah karena kami bermain tiga kali dalam tiga kompetisi berbeda,” ujar Thomas Tuchel seperti dilansir BBC

Pelatih asal Jerman itu mengatakan, Chelsea mungkin tim dengan menit bermain terbanyak di Eropa. Padatnya pertandingan ini bukan cuma menguras fisik, tetapi juga mental. 

“Menurut saya penampilan Chesela tertata dan serius. Kami bisa membendung serangan balik Crystal Palace. Dua perubahan yang dilakukan Palace juga menyulitkan.Perubahan yang mereka lakukan membuat para pemain Chelsea tidak bisa kehilangan fokus walau hanya satu menit,” jelas Tuchel. 

Gol-gol Chelsea  lahir pada babak kedua, tepatnya oleh Ruben Loftus-Cheek (65’) dan Mason Mount (76’). 

Bagi Ruben Loftus-Cheek, gol ke gawang Crystal Palace tak ubahnya buka puasa setelah 59 laga. 

Terakhir kali ia mencetak gol pada November 2020 saat masih berseragam Fulham, tepatnya saat bersua Everton. 

Gol ke gawang Crystal Palace pun makin istimewa mengingat Loftus-Cheek bukan starter. Ia masuk pada menit ke-8 menggantikan Mateo Kovacic yang cedera. 

Tuchel pun tak lupa mengapresiasi pemain berusia 26 tahun itu. “Ruben Loftus-Cheek tampil sangat bagus saat melawan Southampton dan Real Madrid. Dia sebenarnya layak jadi starter, tetapi saya menduga Crystal Palace akan memasang empat bek. Kami tahu dia akan membawa dampak positif saat dimainkan. Saya sangat senang dengan penampilannya,” tutur Tuchel. 

Chelsea akan bertemu Liverpool pada final Piala FA di Stadion Wembley pada 14 Mei 2022 mendatang. 

Pertemuan kedua tim elite Liga Inggris merupakan yang kedua bagi mereka pada babak final musim ini. 

Sebelumnya, Liverpool mengalahkan Chelsea lewat adu penalti pada final Piala Liga Inggris pada akhir Maret 2022. 

Chelsea pun punya kesempatan menebus dua kegagalan sekaligus pada partai final di Wembley, Mei mendatang. 

Selain membalas kekalahan di final Piala Liga Inggris, The Blues juga bisa melunasi ‘utang’  Piala FA musim 2020/2021. 

Musim lalu, Chelsea juga menembus babak final  Piala FA, tetapi kalah oleh Leicester City pada laga pamungkas. 

Tidak heran jika Thomas Tuchel antusias. 

“Saya senang bisa kembali masuk final bersama Chelsea. Saya antusias dan bangga, karena Piala FA adalah turnamen besar. Chelsea akan siap menghadapi laga final,” ujar Thomas Tuchel.*** 

Susunan Pemain 

Chelsea (3-4-2-1) : Eduardo Mendy, Cesar Azpilicueta, Andreas Christensen (Silva 82’), Antonio Rudiger, Reece James, Jorginho (Kante 77’), Matteo Kovacic (Loftus-Cheek 26’), Marcos Alonso, Mason Mount (Ziyech 77’), Timo Werner, Kai Havertz (Lukaku 77’). 

Pelatih: Thomas Tuchel. 

Crystal Palace (4-3-3) : Jack Butland, Joel Ward, Joachim Andersen, Marc Guehi, Tyrick Mitchell, Jeff Schlupp (Benteke 72’), Cheikou Kouyate (Milivojevic 85’), James McArthur (Olise 72’), Eberichi Eze, Jean-Philippe Mateta (Ayew 55’), Wilfried Zaha. 

Pelatih: Patrick Vieira. 

Jadwal Final Piala FA 

14 Mei 2022 

Liverpool Vs Chelsea 

Stadion Wembley 

Komentar Facebook