Mengadu Ke Jaksa Agung Burhanuddin, Masyarakat Sumut Pertanyakan Nasib Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Citraland Helvetia Yang Semakin Kabur 

Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB) mengadukan adanya proses penyelidikan kasus dugaan korupsi Proyek Citraland Helvetia yang semakin kabur ketika ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). 

“Kami menduga kuat, oknum Jaksa di Kejati Sumut itu sudah bermain mata dengan pihak PTPN 2 dan pihak pengembang, dalam hal ini Citraland. Penanganan kasus ini semakin kabur,” ujar Ketua Umum Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB), Apri Budi, Rabu (20/04/2022). 

Padahal, lanjutnya, Kejatisu sudah sempat melakukan proses penyelidikan terhadap kasus ini. Namun, pada akhirnya kasus ini pun seperti hendak dipetieskan. Sebab, menurut Apri Budi, sejumlah oknum Jaksa dari Kejatisu sudah pula bertemu dengan pihak pengembang dari Citraland, serta dengan pihak PTPN 2. 

“Sejak saat itu, kasus ini pun sudah tak ada lagi perkembangannya. Senyap kini,” ujarnya. 

Sebelumnya, pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tengah menyelidiki dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang dan jabatan di PTPN2, terkait pengalihan HGU 111 seluas 6,8 hektare yang menjadi lokasi pembangunan Citraland Kota Deli Megapolitan, di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang. 

Penyelidikan tersebut berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, nomor: Print-03/L.2/Fd.1/02/2022 tertanggal 25 Februari 2022. 

“Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut Yos Tarigan yang dikonfirmasi terkait kasus ini, tak kunjung mau merespon,” ujar Apri Budi. 

Kejati Sumut diketahui telah memanggil dan memeriksa sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang dan jabatan di PTPN2, terkait pengalihan HGU 111 seluas 6,8 hektar yang menjadi lokasi pembangunan Citraland Kota Deli Megapolitan. 

Menurut Apri Budi, pihak-pihak yang dipanggil dan diperiksa Kejati Sumut yaitu PTPN2, PT Nusa Dua Propertindo, PT Ciputra, PT Karya Panca Sakti Nugraha (KPSN), BPN, Pemkab dan DPRD Deliserdang, serta Kepala Desa hingga mantan karyawan yang tinggal di lokasi lahan. 

“Kejati Sumut sepertinya telah mengetahui isi risalah yang dibuat PTPN2, PT Nusa Dua Propertindo, PT Ciputra, PT Karya Panca Sakti Nugraha (KPSN) dalam rencana pembangunan Citraland Kota Deli Megapolitan di atas lahan HGU 111 seluas 6,8 hektar,” ujarnya.(JRO)

Komentar Facebook