Sebut Luhut Sebagai ‘Brutus’, Politisi PDIP Diserang Balik Oleh Relawan LBP, Masinton Pasaribu Ngakak 

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu ngakak alias tertawa terbahak-bahak ketika mendapat serangan balik dari Relawannya Luhut Binsar Panjaitan (LBP), terkait adanya tudingan kebohongan dalam Big Data dan dugaan aktor di balik wacana Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden. 

Sepanjang Sabtu, 16 April 2022, berseliweran undangan peliputan pers yang mengatasnamakan Repnas, yang akan melaporkan Politisi PDIP Masinton Pasaribu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). 

Berikut isi undangannya: 

Undangan Liputan Pers 

REPNAS Akan melaporkan Masinton Pasaribu ke MKD DPR RI Terkait serangan ke Luhut Binsar Panjaitan (LBP) 

Salam Nusantara 

REPNAS akan melakukan Pelaporan terhadap Anggota DPR RI Masinton Pasaribu ke MKD DPR RI terkait Serangan Ke Luhut Binsar Panjaitan yang kami anggap tidak beretika dalam Komunikasi dan menganggap LBP sebagai Brutus Di Istana Pada: 

Hari / Tanggal : Senin, 18 April 2022 

Pukul.              : 11.00 Wib 

Tempat.           : MKD DPR RI 

Demikian hal ini Kami sampaikan agar dapat di terima dengan seksama Terima Kasih 

Hormat Kami 

REPNAS 

Ketua 

Rudolf Simbolon 

(081388865554/085891803136) 

Begitu mendapat undangan tersebut, Masinton Pasaribu ngakak.  

“He heeee.. oleh mereka mungkin dikira sebutan “brutus” itu nama hewan. Jadi pengen ketawa ngakak.. Wkwkwkwkwkwkwkkkk 🤦‍♂️😝🤣🤣🤣,” jawab Masinton Pasaribu lewat pesan whatsappp, Sabtu (16/04/2022). 

Masinton Pasaribu ogah merespon lebih jauh undangan yang mengatasnamakan Repnas, yang diduga sebagai sekelompok orang yang menjadi Relawan Dadakan Luhut Binsar Panjaitan (LBP). 

Diduga, relawan Repnas ini hendak menyerang balik Masinton Pasaribu, karena bersuara keras menyebut Luhut Binsar Panjaitan berada di balik sejumlah kegaduhan, seperti adanya wacana penundaan Pemilu atau Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, berdasarkan Big Data sebanyak 110 juta warga, yang diklaim oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Kemaritiman Marinves), Luhut Binsar Panjaitan.  

Data itu pun kini masih sumir, dan tidak mau dibuka oleh pria berkumis LBP. Big data 110 juta yang disebut Luhut itu diduga adalah bohong alias hoax.(JRO)

Komentar Facebook