Tak Bisa Menang di King Power, Si Rubah Tahan Taring Serigala Ibu Kota 

Leicester City berhasil mengimbangi AS Roma dengan skor 1-1 pada leg pertama semifinal Liga Konferensi Europa 2021/2022.  

The Foxes alias Si Rubah-julukan Leicester, memupus kemenangan I Lupi alias Serigala Ibu Kota-julukan AS Roma-lewat gol balasan di babak kedua. 

Pertandingan tersebut dilangsungkan di King Power, Leicester, Jumat (29/4/2022) dini hari WIB. Leicester City langsung tampil menekan sejak pertandingan dimulai. AS Roma yang belum panas pun terpaksa bermain bertahan. 

Pada menit ke-15, AS Roma justru berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang diciptakan oleh Luca Pellegrini. 

Pellegrini berhasil keluar dari perangkap offside Leicester menggunakan umpan dari Nicola Zalewski. Giallorossi-julukan AS Roma-unggul 1-0. 

Keunggulan itu bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Leicester berusaha memangkas defisit gol. Berbagai perubahan dilakukan oleh Leicester untuk bisa menyamakan kedudukan. 

Meski cukup kesulitan, Leicester tidak mau tinggal diam. Ademola Lookman pun akhirnya sukses mencetak gol penyeimbang bagi Leicester di menit ke-67 setelah mampu memanfaatkan umpan dari Harvey Barnes. Kedudukan pun kini kembali berimbang 1-1. 

Pada menit-menit akhir pertandingan, kedua tim sedikit terburu buru-baru dalam melakukan serangan. Sayangnya, tidak ada gol yang dapat tercipta, sehingga Leicester dan AS Roma berakhir imbang 1-1. 

Mendapati hasil ini, pelatih AS Roma, Jose Mourinho pun membeberkan penyebabnya. 

Mourinho mengakui timnya tak bermain sesuai harapan. Pasalnya, dia merasa pasukan asuhannya terlalu sering kehilangan bola, sehingga sulit membangun serangan. 

“Kami terlalu mudah kehilangan bola, jadi tidak mungkin untuk melakukan serangan balik,” ujar Jose Mourinho, seperti dilansir Sky Sports

“Kami tidak melakukannya dengan baik. Kami tetap terorganisir, ketika level energi kami masih tinggi. Kami bisa menekan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, kami kehilangan intensitas dan semua menjadi sulit,” lanjutnya. 

Mourinho coba memainkan beberapa energi baru pada babak kedua. Jordan Veretout dan Sergio Oliveira dimainkan. Tapi, situasi itu tidak banyak membantu Roma untuk mengamankan keunggulan yang sudah dikantongi. 

AS Roma akan menjadi tuan rumah pada leg kedua. Tapi, melihat penampilan AS Roma pada leg pertama, Mourinho merasa tugasnya tidak akan mudah. Para pemain diminta memberikan lebih agar bisa meraih kemenangan dan melaju ke final UEFA Conference League. 

“Sekarang kami menghadapi Bologna di Serie A, tim yang bermain sangat baik dan menang (lawan Inter). Tidak seperti Leicester, kami harus fokus ke Serie A dan berusaha untuk mendapatkan tempat kelima,” ujar Mourinho. 

Walau demikian, pelatih berjuluk The Special One itu mengaku cukup senang. Dia merasa permainan timnya sudah cukup bagus, hingga akhirnya kehabisan tenaga dan akhirnya mulai mengendur. 

“Permainan kami tetap terorganisasi. Ketika level energinya tinggi, kami juga bisa menekan dan bermain sesuai harapan. Tetapi, kami kehilangan intensitas seiring waktu berjalan dan pertandingan menjadi sulit,” tuturnya. 

Dengan hasil ini, hasil semifinal akan ditentukan pada leg II di markas AS Roma, Stadio Olimpico. Namun, tampil di kandang diyakini bukan jaminan I Giallorossi -julukan AS Roma- melaju ke babak final. 

“Saya yakin penggemar Roma yang menyaksikan bakal senang jika mengetahui pertandingan ini akan ditentukan di Stadio Olimpico. Tetapi, walau didukung 19 ribu penggemar di stadion, laga ini akan sulit,” tutur Mourinho.*** 

Susunan Pemain 

Leicester City (4-3-3) : Kasper Schmeichel; Ricardo Pereira, Wesley Fofana, Jonny Evans, Timothy Castagne; James Maddison, Youri Tielemans, Kieran Dewsbury-Hall; Marc Albrighton, Jamie Vardy, Ademola Lookman. 

Pelatih: Brendan Rodgers. 

AS Roma (3-5-2) : Rui Patricio; Roger Ibanez, Chris Smalling, Gianluca Mancini; Rick Karsdorp, Henrikh Mkhitaryan, Bryan Cristante, Luca Pellegrini, Nicola Zalewski; Nicolo Zaniolo, Tammy Abraham. 

Pelatih: Jose Mourinho. 

Komentar Facebook