Kapolri Pimpin Buruh Nyanyikan Lagu ‘Padamu Negeri’ Dalam Aksi May Day Fiesta di GBK 

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir langsung dalam aksi buruh bertajuk May Day Fiesta yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (14/5/2022).

Terpantau di lokasi Kapolri Sigit hadir sekitar pukul 14.26 WIB, kehadiran Sigit langsung disambut oleh beberapa pimpinan Serikat Buruh termasuk Presiden KSPI Said Iqbal.

Setibanya di SUGBK, Kapolri Sigit langsung mengitari area joging track stadion seraya menyapa para buruh yang sudah hadir dan duduk di tribun penonton.

Setelahnya, Kapolri Sigit terlihat langsung menaiki panggung orasi yang letaknya tepat berada di sektor 18 Stadion GBK.

Sigit memberikan sambutan sekaligus semangat kepada para buruh yang sudah hadir dalam agenda aksi pada hari ini yang dimulai dari depan Gedung DPR RI pagi tadi.

“Hidup Buruh, Selamat Ulang Tahun untuk seluruh buruh di Indonesia maupun di luar negeri,” kata jenderal polisi bintang empat itu dari atas panggung orasi.

Setelah memberikan sambutannya, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu meminta izin kepada para buruh untuk memimpin langsung menyanyikan lagu Padamu Negeri.

Permintaan itu lantas disambut baik oleh massa buruh dan selang beberapa detik para buruh menyanyikan lagu Padamu Negeri yang dipimpin langsung oleh Sigit sambil berdiri.

“Terakhir, mungkin untuk mewujudkan kecintaan kita kepada negeri kita, apakah kami, saya, boleh memimpin satu lagu perjuangan kita izinkan saya pimpinan lagu perjuangan kita. Mari kita bernyanyi untuk negeri kita tercinta,” kata Sigit.

Sebelumnya, Serikat buruh dari belasan elemen akan menggelar aksi peringatan hari buruh sedunia (May Day) pada Sabtu (14/5/2022) ini.

Dalam aksi yang digelar di depan Gedung DPR RI serta Gelora Bung Karno (GBK) itu, setidaknya akan ada 18 tuntutan yang akan disampaikan.

“18 tuntutan peringatan may day tanggal 14 Mei 2022,” kata Ketua Bidang Media dan Propoganda Partai Buruh Kahar S. Cahyono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/5/2022).

Beberapa tuntutan yang akan disampaikan itu di antaranya meminta pemerintah untuk mengangkat tenaga pengajar honorer dalam hal ini Guru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tak hanya itu, dalam tuntutannya, mereka meminta adanya kejelasan status kepegawaian dari driver ojek online.

Berikut keseluruhan tuntutan yang akan disampaikan pada aksi hari ini :

1.Tolak Omnibus law UU Cipta Kerja;

2. Turunkan harga bahan pokok (minyak goreng, daging, tepung, telur, dll), BBM, dan gas;

 3. Sahkan RUU PPRT, tolak revisi UU PPP, tolak revisi UU SP/SB; 

4. Tolak upah murah; 

5. Hapus outsourcing; 

6. Tolak kenaikan pajak PPn; 

7. Sahkan RPP Perlindungan ABK dan Buruh Migran; 

8. Tolak pengurangan peserta PBI Jaminan Kesehatan; 

9. Wujudkan kedaulatan pangan dan reforma agraria; 

10. Stop kriminalisasi petani; 

11. Biaya pendidikan murah dan wajib belajar 15 tahun gratis; 

12. Angkat guru dan tenaga honorer menjadi PNS;

13. Pemberdayaan sektor informal; 

14. Ratifikasi Konversi ILO No 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja; 

15. Driver Ojol adalah pekerja, bukan mitra kerja yang tidak jelas hubungan kerjanya; 

16. Laksanakan Pemilu tepat waktu 14 Februari 2024 secara jurdil dan tanpa politik uang; 

17. Redistribusi kekayaan yang adil dengan menambah program jaminan sosial (jaminan makanan, perumahan, pengangguran, pendidikan, dan air bersih); dan 

18. Tidak boleh ada orang kelaparan di negeri yang kaya.

Komentar Facebook